Korsel Jajal Jaringan 5G Komersial Pertama di Dunia!

Berbagai negara terus berusaha hingga bisa menjadi negara pertama yang menggunakan jaringan 5G secara komersial. Dari banyak negara, ternyata negara yang mampu mewujudkan hal tersebut lebih dahulu ternyata adalah Korea Selatan(Korsel).

Korsel memang dikenal sebagai negara dengan kecepatan internet tinggi. Negeri Gingseng ini memang juga menjadi salah satu negara yang sangat memperhatikan betul permasalahan internet, tak heran jika jaringan 5G juga menjadi perhatian penting bagi negara tersebut.

Tanggal 1 Desember 2018 lalu, Korsel meluncurkan jaringan 5G yang sudah bisa dinikmati warga Seoul dan akan merambat ke wilayah lain dari negara tersebut. Dengan ini, Korsel menjadi negara pertama yang menggunakan secara komersial jaringan 5G ini.

Sebenarnya, Amerika Serita juga telah melakukan hal serupa. Verizon  yang merupakan salah satu operator negara tersebut meluncurkan jaringan 5G ke kota termasuk Los Angeles. Masalahnya, jaringan yang diluncurkan tersebut ternyata tidak didukung oleh hardware memenuhi standar 3GPP  selaku badan standarisasi.

Dengan hal ini, maka Korsel merupakan negara pertama yang memperkenallkan jaringan 5G secara luas sesuai dengan standar.

SK Telecom, KT dan LG Uplus luncurkan jaringan 5G

SK Telecom, KT dan LG Uplus yang merupakan operator asal Korsel meluncurkan jaringan 5G secara luas pada 1 Desember 2018 lalu. Peluncuran ini membuat negara tersebut menjadi negara pertama yang menggunakan jaringan 5G secara komersial.

Meskipun sudah meluncurkan jaringan 5G secara komersial, namun memang untuk saat ini penggunanya baru tersedia dalam segmen enterprise.

Alasan jaringan 5G saat ini hanya tersedia di segmen enterprise dikarenakan smartphone saat ini belum bisa mendukung jaringan 5G. Sejauh ini, smartphone yang ada baru bisa mendukung jaringan 4G. Dengan situasi ini membuat jaringan ini belum bisa digunakan langsung oleh pemilik smartphone.

Dengan hadirnya jaringan 5G di Korsel dan beberapa negara lain yang juga berencana meluncurkan jaringan serupa, vendor smartphone yang juga sedang mengembangkan dukunga jaringan 5G tampaknya akan mempercepat kinerja sehingga bisa menciptakan smartphone dengan dukungan jaringan 5G.

Di Indonesia, beberapa provider juga telah melakuan uji coba jaringan 5G. Bukan tidak mungkin layanan ini juga bisa dirasakan di Indonesia dalam waktu dekat.

Samsung Uji Coba Jaringan 5G Secara Luas di India

Samsung berencana ingin mencoba uji coba jaringan 5G secara luas di India tahun 2019 mendatang. Rencana ini sendiri sudah mendapat dukungan dari pihak terkait negara tersebut dimana dalam hal ini adalah Departemen Telekomunikasi.

Rencana uji coba jaringan 5G secara luas ini sendiri diungkapkan oleh perusahaan asal Korea Selatan tersebut dalam acara Mobile Congress 2018 yang diselenggarakan di New Delhi, India minggu ini.

Dilansir dari laman SAM Mobile, Samsung mememberikan demo untuk teknologi jaringan 5G. Dalam acara yang sama, Samsung juga memberikan gambar bagaimana nantinya penggunaan jaringan 5G dimasa yang akan datang dan pengaruhnya terhadap masyarakat.

Pengaruh yang dimaksud oleh Samsung sendiri adalah 5G home broadband, Smart Agriculture dan Smart Cities.

Presiden dan kepala bisnis jaringan Samsung Youngky Kim mengatakan bahwa Samsung hingga kini sudah membangun jaringan 4G LTE greenfield terbesar di dunia bersama mitranya Reliance Jio.

Lebih lanjut, Samsung mengklaim bahwa jaringan 4G di India melalui 4G LTE Samsung telah mencapai 99 persen atau telah menjangkau 1,3 miliar orang di India.

Berlomba-lomba mengahadirkan 5G

Selain Samsung, banyak perusahaan teknologi dan komunikasi dberbagai dunia saat ini memang berlomba-lomba untuk menghadirkan jaringan 5G yang merupakan jaringan internet masa depan.

Jaringan 5G sendiri digadang memiliki kemampuan yang jauh melebihi 5G dan akan membawa perubahan besar dalam kebiasaan pengguna internet sehari-hari di dunia.

Meskipun masih tahap pengembangan, banyak orang memprediksi bahwa jaringan 5G akan bisa dinikmati tidak lama lagi. Cepatnya pemerataan jaringan 4G diberbagai negara menggambarkan bagaimana pengembangan jaringan bisa berjalan cepat dan hal yang sama juga diprediksi bisa terjadi untuk jaringan 5G beberapa tahun kedepan.

Di Indonesia sendiri, beberapa provider juga telah melakukan uji coba untuk penggunaan jaringan 5G. Indosat belum lama ini juga melakukan serangkaian uji coba penggunaan jaringan 5G dengan menggunakan Augmented Reality sebagai demo untuk bisa langsung dirasakan oleh pengguna.

Indosat memberikan uji coba melalui pengguna yang hadir sehingga bisa merasakan bagaimana nantinya jaringan internet yang akan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Indosat Uji Coba 5G Dengan Demo Augmented Reality

Meskipun jaringan 4G di Indonesia belum 100 persen bisa dirasakan, tetapi perkembangan jaringan 4G sudah menunjukkan kemajuan yang sangat pesat. Dengan perbaikan yang terus dilakukan oleh provider Tanah Air, kini semakin banyak masyarakat Indonesia hingga ke pelosok daerah yang sudah bisa terhubung dengan jaringan 4G.

Setelah mengembangkan jaringan 4G, kini provider tengah bersiap untuk masuk di era baru jaringan telekomunikasi yaitu 5G.

Jaringan 5G nantinya akan memiliki kemampuan yang jauh lebih baik dibandingkan jaringan sebelumnya baik 3G maupun 4G. Persiapan infrastruktur terus dibangun sehingga persiapan untuk menerapkan jaringan 5G secepatnya bisa terealisasi.

Baru-baru ini, Indosat melakukan uji coba untuk jaringan 5G dengan menggunakan demo Augemented Reality sebagai pengalaman untuk penggunanya. Meskipun Indosat terbilang cukup telat memperkenalkan jaringan 5G dibandingkan provider yang telah lebih dahulu – tetapi cara pengenalan Indosat dengan menggunakan Augmented Reality terbilang cukup unik dibandingkan provider yang lebih dahulu memperkenalkannya.

Peran pemerintah yang turut andil

President Director & CEO Indosat Ooredoo Chris Kanter mengatakan bahwa suksesnya uji coba jaringan 5G ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah yang memberikan dukungan penuh bagi provider tersebut.

Kominfo secara khusus menjadi pihak terkait yang bertanggung jawab dan yang mendukung perkembangan jaringan internet provider yang ada di Indonesia.

Rangkaian uji coba jaringan 5G ini sendiri berlangsung dari 22-23 November dan diselenggarakan di Kantor Pusat Indosat Ooredoo. Berbagai diskusi menarik terkait perkembangan teknologi internet juga hadir disana.

Ada pun serangkaian uji coba jaringan 5G ini sendiri untuk memberikan pengalaman baru bagi masyarakat dalam penggunaan jaringan masa depan ini. Pengalaman pengguna yang menggunakan demo via Augmented Reality dengan dukungan jaringan 5G memberikan pengalaman yang menarik bagi para pengunjung yang mencoba uji coba yang diadakan oleh Indosat tersebut.

Dengan semakin majunya jaringan yang ada di Indonesia khususya untuk jaringan 5G, nantinya diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan penggunaan internet untuk berbagai hal positif seperti bidan pendidikan, hiburan atau lainnya.

Registrasi SIM Card Gagal Turunkan Tingkat Penipuan?

Peraturan pemerintah yang mewajibkan untuk registrasi ulang sesuai dengan identitas KTP dan KK merupakan langkah tegas yang coba diambil pemerintah untuk melawan tindak kejahatan melalui telepon seluler. Tindakan pemblokiran bagi nomor yang tidak didaftar ulang pun menjadi ancaman yang tidak main-main.

Alih-alih dengan peraturan baru tersebut dapat menekan angka penipuan melalui telepon seluler, nyatanya hingga kini masih banyak aduan tentang kasus penipuan dengan modus nomor telepon.

Andri Wibawanto, Vice President Customer Care Management Telkomsel mengatakan, saat ini tidak didapat dampak signifikan terkait penguranan laporan penipuan dari telepon seluler.

Kasus penipuan baik telpon maupun SMS dengan mengatasnamakan Telkomsel sendiri terus meningkat. Setidaknya menurut Andri, tahun ini pihaknya menerima aduan lebih dari 13 ribu terkait penipuan dengan modus tersebut.

Penipuan One Time Password(OTP) menjadi salah satu kasus yang marak terjadi. Kasus ini biasanya digunakan oleh penipu untuk mendapatkan kode akses yang berhubungan dengan nomor korban. Penipuan jenis ini sangat berbahaya karena bisa memberikan akses penipu untuk mengakses hal-hal penting seperti akun bank atau lainnya.

Mengapa kasus penipuan masih kerap terjadi?

Saat menerapkan aturan registrasi ulang SIM Card sesuai KTP dan KK, pemerintah melalui Kominfo sangat yakin bisa menekan angka penipuan dengan bermodus nomor telepon palsu. Kendati sudah menerapkan aturan tersebut, nyatanya masih ada saja dan masih marak penipuan dengan nomor telepon seluler.

Entah penipu yang memiliki metode lain untuk mencari celah atau masih ada hal yang kurang dari Kominfo, yang jelas hingga kini kasus penipuan dengan nomor telepon seluler masih sering terjadi.

Masyarkat pun diminta untuk mewaspadai berbagai penawaran dari penelpon gelap. Sebisa mungkin, jangan meladeni penelpon gelap yang mengiming-imingi dengan uang atau yang lainnya. Masyarakat juga harus bertindak waspada kepada penelpon gelap yang meminta kode, karena bisa saja itu merupakan kode akses yang bisa digunakan untuk penyalah gunaan akun penting masyarakat itu sendiri.

Selain pemerintah, masyarkat juga harus bertindak aktif unguk mencegah terjadinya penipuan itu terjadi.

Pesan Jokowi Untuk Pengguna Medsos

Era internet seperti saat ini memang memberikan akses informasi yang sangat cepat. Dala hitungan detik, penyebaran informasi bisa terjadi ke berbagai belahan dunia sana. Meskipun internet memiliki banyak manfaat, tak jarang internet juga menjadi salah satu senjata yang digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Kemunculan media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram dan lainnya memang memiliki dampak positif. Dari media sosial tersebut, kini semua orang bisa terhubung dengan sangat mudah. Dari sana juga bisa ditemukan informasi menarik, hiburan dan lainnya.

Isu medsos ini juga menjadi salah satu perhatian penting dari Presiden Jokowi. Berbagai isu yang tak jarang adalah kabar palsu alias hoax kerap menimpa beberapa pihak bahkan juga pada Presiden Jokowi. Tindakan penyebaran hoax atau ujaran kebencian melalui sosmed tentu tak dibenarkan, dan bagi pelaku – siap-siap untuk berurusan dengan pihak berwajib untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Dihadapan sektiar 3.000 karyawan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada Kamis malam (1/11/2018), Presiden Jokowi menyampaikan jangan salah menggunakan sosmed.

Manfaatkan teknologi, jangan gunakan untuk hal negatif

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi mengatakan bahwa para milenial harus mengubah pola pikir dan memanfaatkan manfaat dari kemajuan teknologi. Presiden juga berpesan kemajuan teknologi juga harus dibarengi dengan standar moralitas yang lebih tinggi.

Menyebarkan hoax atau ujaran kebencian di sosmed merupakan tindakan yang tidak benar sehingga Jokowi berpesan menggunakan sosmed dengan bijak.

Presiden Jokowi pada kesempatan yang sama juga menyampaikan para milenial harus mengikuti perkembangan teknologi dengan sangat cepat. Beradaptasi dengan cepat merupakan hal yang sangat penting khususnya bagi kalangan anak muda yang akan melanjutkan perjuangan bangsa Indonesia ke depannya.

Pengguna internet di Indonesia sendiri termasuk yang terbesar di dunia saat ini. Perkembangan internet di Indonesia tumbuh berkat berbagai inovasi khususnya smartphone yang semakin mudah dan murah dipasaran.

Berbagai provider di Indonesia seperti Indosat Ooredoo juga terus memberikan layanan internet terbaik bagi pengguna internet sehingga internet yang ada saat ini juga bisa dirasakan untuk daerah Indonesia lain yang belum terjamah internet.

Berapa Jumlah Pengguna Internet di Indonesia?

Pernahkah Anda bertanya-tanya berapa jumlah pengguna internet di Indonesia saat ini? apakah pengguna internet Indonesia masuk 10 besar di dunia?

Sebenarnya, ada beberapa lembaga yang menyediakan mengenai data statistik pengguna internet di Indonesia. Salah satu lembaga yang menyediakan data tersebut adalah Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia ( APJII).

Menurut APJII, tahun 2017 lalu – Indonesia memiliki pengguna internet yang mencapai 143 juta orang. Jumlah ini mencapai 50 persen dari populasi Indonesia yang berada diangka 262 juta jiwa. Angka ini pun diprediksi akan terus meningkat seiring semakin banyaknya pembangunan infrastruktur di daerah yang belum optimal dibangun.

Dari pantauan APJII tersebut, sebanyak 57,70 persen pengguna internet berasal dari Pulau Jawa. Untuk Sumatera 19,09 persen, Kalimantan 7,97 persen, Sulawesi 6,73 persen, Bali-Nusa 5,63 persen, dan Maluku-Papua 2,49 persen.

Banyaknya manfaat yang bisa didapatkan dengan internet memang memmbuat banyak hal berubah termasuk dari gaya hidup, pendidikan, bisnis dan lainnya.

Anak muda mendominasi penggunaan internet

Masih dari data yang dirilis oleh APJII, pengguna internet di Indonesia mayoritasnya adalah anak muda yang berada di rentan usia 19 hingga 34 tahun. Dari rentan usia tadi, sebanyak 49,52 persen menjadi pengguna internet di Indonesia.

Banyak tren seperti sosial media hingga layanan seperti Youtube membuat maraknya pertumbuhan internet di kalangan anak muda.

Saat ini, semua orang bisa mengekspresikan diri dengan platform yang ada. Instagram juga menghadirkan layanan berbagi foto yang sangat digemari oleh masyarakat saat ini. Dari berbagai aplikasi lainnya, semuanya memang banyak didominasi oleh anak muda sehingga wajar saja jika pengguna internet di Indonesia didominasi oleh anak muda.

Untuk rentan usia 35 hingga 54 tahun, pengguna internet di Indonesia berada pada angka 29,55 persen. Selanjutnya kelompok remaja dari 13 hingga 18 tahun memiliki tingkat persentase 16,68 persen dalam penggunaan internet. Untuk usia diatas 54 tahun, penggunaan untuk internet hanya berkisar diangka 4,24 persen saja.

Perkembangan teknologi ini juga membuat banyak perubahan seperti halnya profesi. Saat ini profesi seperti Youtuber atau Selebgram menjadi salah satu profesi yang banyak digandrungi oleh masyarakat dan ini menajdi faktor yang diprediksi meningkatkan jumlah pengguna internet di Indonesia.

423 Kabupaten Sudah Terakses Jaringan 4G

Jaringan 4G menjadi salah satu fokus yang coba diperluas baik pemerintah melalui Kementerian Kementerian Komunikasi dan Informatika(Kemkominfo) maupun provider yang ada di Indonesia. Dengan jaringan 4G, masyarakat bisa menikmati internet yang jauh lebih cepat dibandingkan jaringan sebelumnya.

Rupanya, saat ini internet atau jaringan 4G sudah dirasakan hingga 423 Kabupaten di Indonesia. Jumlah ini meskipun sudah cukup besar tetapi masih perlu penambahan lagi.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan bahwa internet cepat seperti 4G sangat dibutuhkan. Berbagai hal saat ini memang terkoneksi dengan internet sehingga pemerataan 4G bisa membuat masyarakat bisa bersaing secara global.

Untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas dari jaringan yang ada, infrastruktur Teknologi dan Informasi (TIK) harus terus diperbaiki dan ditingkatkan. Hal ini yang menjadi perhatian Rudiantara mewakili instansi yang dipimpinnya.

Berada diperingkat 4 besar Asean

Tahun 2014 silam, Rudiantara mengatakna jika kondisi infrastruktur Indonesia berada dibawah Singapura, Malaysia dan Thailand.

Melihat catatan tersebut, menurut Rudiantara – perlu sekali untuk terus melakukan penggenjotan infrastruktur sehingag bisa mengejar ketertinggalan infrstruktur dari negara tetangga tadi.

Fokus pembangunan infrastruktur sendiri termasuk wilayah terluar, terpencil, dan terisolasi – hal ini merupakan hal yang sudah tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) 131. Pembuatan infrastruktur internet bagi wilayah tadi adalah untuk mempermudah informasi bagi mereka yang berada di daerah yang jauh khususnya untuk layanan seperti sekolah, kantor desa, dan juga puskesmas yang bisa didapatkan secara gratis.

Ada pun pembangunan berbagai program infrastruktur jaringan ini ditargetkan bisa terealisasi pada tahun 2019 mendatang. Rudiantara mengharapkan berbagai pembangunan infrastruktur yang telah berjalan bisa terselesaikan tahun depan.

Untuk jaringan 4G sendiri, Rudiantara mengatakan bahwa saat ini sudah ada 82 persen wilayah Indonesia yang sudah tersentuh jaringan 4G. Nantinya, ia berharap jaringan 4G akan bisa dinikmati oleh semua masyarakat Indonesia hingga daerah pelosok.

Wilayah seperti Papua dan Papua Barat sendiri juga dilakukan percepatan pembangunan. Setidaknya saat ini 41 Kabupaten di provinsi tersebut sudah mulai bisa segera meraskan jaringan 4G. Pembangunan infrasturuktur untuk 2 provinsi tersebut telah masuk 72-73 persen.

Oppo Patenkan Wireless Charging Terkencang Dunia

Berbagai inovasi pada smartphone tampaknya tak pernah ada habisnya. Perusahaan-perusahaan teknologi khususnya yang bersaing dalam dunia smartphone terus membuat berbagai hal baru dan berlomba-lomba untuk menjadi yang pertama menemukan teknologi baru tersebut.

Yang paling baru, Oppo dilaporkan tengah membuat wireless charging atau pengisian daya dengan teknologi nirkabel(tanpa kabel) dengan kecepatan pengisian tinggi. Desain ini pun langsung dipatenkan secara cepat oleh Oppo guna mengamankan dari hak cipta para pesaingnya.

Memang hingga saat ini hal tersebut masih merupakan rancangan dan pengajuan hak paten yang diajukan oleh Oppo guna mengamankan dari pesaingnya, tetapi teknologi ini diprediksi tak lama lagi akan segera meluncur.

Peluncuran teknologi ini akan membuat para pesaing Oppo panik. Bagaimana tidak, Oppo berada selangkah didepan untuk mengamankan teknologi terbaru ini.

Diprediksi akan diterapkan tahun 2019

Pesaing Oppo seperti Apple dan Samsung sudah memiliki teknologi pengisian nirkabel ini, meski begitu – kedua perusahaan belum menerapkan teknologi fast charging.

Teknologi pengisian nirkabel dengan fast charging menjadi rancangan anyar Oppo untuk menyaingi para pesaingnya. Setidaknya meskipun belum ada kepastian bagaimana dan kapan pastinya ini dikenalkan di publik, Oppo dikabarkan akan meluncurkan teknologi ini tahun 2019 mendatang.

Oppo tampaknya serius ingin membuat gebrakan baru guna menyaingi para pesaing. Dengan menggunakan teknologi fast charging nirkabel ini, Oppo bisa membuat pesaingnya harus membuat strategi baru.

Produk Oppo di tahun 2019 mendatang jika memang sesuai prediksi sudah akan mulai menggunakan teknologi ini. Teknologi wireless charging dengan kecepatan tinggi akan mendorong berbagai vendor untuk meningkatkan fitur pada ponsel keluarannya.

Meskipun saat ini, Oppo terbilang merupakan vendor smartphone yang cukup banyak memiliki penggemar, tetapi Oppo masih berada dibawah Samsung dan iPhone. Jika Oppo benar-benar mampu merealisasikan teknologi fast charging nirkabel ini, tampaknya vendor lain harus mewaspadai langkah Oppo yang perlahan mulai mengambil berbagai inovasi teknologi terkini.

Meskipun masih sebuah rancangan dan masih rumor, menarik untuk dinantik apakah Oppo berhasil menerapkan sistem wireless charging dengan kecepatan tinggi.

Facebook Lite Akan Diluncurkan di iOS

Facebook Lite memulai debutnya di Android tiga tahun lalu, tetapi hanya di pasar tertentu. Saat ini, Facebook Lite untuk Android tersedia di banyak negara, termasuk Amerika Serikat di mana diluncurkan kembali pada bulan Maret.

Meskipun telah meluncurkan versi stabil dari Facebook Lite di Android, perusahaan jaringan sosial tersebut menyediakan akses ke versi beta aplikasi untuk semua orang yang ingin mencoba fitur baru sebelum tersedia bagi masyarakat umum.

Sekarang, jika Anda memiliki perangkat iOS, Anda dapat bergabung dengan program beta juga, dengan asumsi Anda tinggal di salah satu wilayah di mana Facebook Lite untuk iOS tersedia. Sejauh yang kami tahu, versi beta dari Facebook Lite untuk iOS belum tersedia di Amerika Serikat. Saat ini aplikasi itu baru tersedia di Turki.

Facebook Lite dimaksudkan untuk mengurangi jumlah sumber daya versi standar dari aplikasi Facebook yang biasanya. Ini juga diperlukan agar dapat berjalan dengan baik pada smartphone / tablet yang menjalankan Android atau iOS.

Pertama, aplikasi membutuhkan lebih sedikit ruang penyimpanan karena beratnya hanya 5MB. Juga, banyak fitur yang termasuk dalam versi standar tidak akan tersedia dalam aplikasi “lite” untuk mengurangi jumlah data dan daya yang digunakannya.

Belum diketahui kapan pastinya dirilis

Masih terlalu dini untuk memprediksi kapan tepatnya Facebook Lite akan tersedia di perangkat iOS. Meski begitu, versi beta sudah diuji, dan mungkin tidak perlu waktu lama bagi pengembang untuk membawanya ke App Store.

Meskipun sudah ada versi Facebook standar, pengguna iOS tak sedikit yang berharap agar Facebook Lite yang lebih ringan ini bisa segera rilis dan bisa digunakan secepatnya.

Mau bagaimana pun, penggunaan paket data dan baterai yang lebih hemat bisa menjadi hal yang banyak dicari oleh pengguna iOS. Hal ini juga dikarenakan umumnya perangkat iOS memiliki baterai yang tidak terlalu awet, sehingga dengan menggunakan aplikasi ringan bisa membantu pengguna untuk mengurangi pengurasan daya yang lebih cepat.

Produsen Berharap 5G Bisa Membawa Pertumbuhan Smartphone

Layar yang dapat dilipat, dukungan untuk jaringan 5G, multi-kamera dan biometrik cerdas adalah empat fitur yang diharapkan produsen. Ini diharapkan mampu untuk mendorong konsumen untuk meningkatkan ponsel cerdas mereka selama dekade berikutnya, kata analis.

Penjualan smartphone meningkat karena kejenuhan di pasar negara maju. Kurangnya peluang pertumbuhan, dan kurangnya inovasi dalam perangkat keras yang menyebabkan orang-orang nongkrong ke perangkat mereka untuk jangka waktu yang lebih lama.

Namun, ABI Research yakin pencarian perluasan ini akan melihat smartphone sepenuhnya berubah pada 2027.

“Pasar smartphone telah melihat sejumlah besar perkembangan teknologi selama tahun-tahun sebelumnya, yang diperkirakan akan terus bergerak maju,” kata Stephanie Lawrence, Analis Riset di ABI Research.

“Agar vendor dapat menawarkan smartphone yang menonjol saat menciptakan diferensiasi, mereka harus terus mengembangkan dan menawarkan fitur transformatif baru yang memberi konsumen cara baru, unik, dan inovatif untuk berinteraksi dengan perangkat mereka.”

Pertumbuhan ponsel cerdas

Dukungan 5G adalah evolusi yang paling jelas. Jaringan komersial pertama akan ditayangkan pada tahun 2018. Pada akhirnya akan menawarkan kecepatan ultracepat, kapasitas lebih tinggi, dan latensi sangat rendah. Smartphone yang kompatibel pertama akan tiba pada 2019 dan ABI memprediksi akan ada lebih dari 1,4 miliar handset 5G pada 2027.

Selama periode yang sama, diharapkan akan ada 553 juta handset dengan dukungan untuk sidik jari yang dipamerkan (FOD) biometrik. Sementara smartphone unggulan akan menambahkan lebih banyak sensor kamera untuk meningkatkan kualitas foto.

Salah satu perubahan paling transformatif dalam faktor bentuk adalah tampilan.

Tampilan yang dimaksud adalah dapat dilipat dan memungkinkan pengalaman seperti tablet pada perangkat yang lebih kecil. Telepon pintar semacam itu telah dipuji selama beberapa waktu, tetapi manufaktur dan ketahanan yang rumit telah menjadi penghalang untuk implementasi.

Namun diperkirakan Samsung Galaxy X dan perangkat RAZR baru akan menampilkan smartphone lipat. Ini juga akan ada 248 juta dari mereka yang beredar pada tahun 2027.