Tips Efektif untuk Pengguna iPhone dan Android

Kadang kita terbiasa untuk membiarkan fungsi dan penyetelan smartphone seperti saat membeli. Kadang kita juga malas untuk mengutak atik penyetelan atau setting smartphone. Namun sebenarnya, ada banyak fungsi yang bisa dinikmati para pengguna iPhone dan Android untuk penggunaan smartphone yang lebih efektif, hemat baterai, dan tidak mengganggu produktivitas kerja Anda.

 

Dengan pengaturan yang tepat, Anda juga dapat meningkatkan keamanan ponsel Anda sehingga dapat terhindar dari iklan penipuan dan semacamnya. Coba simak beberapa tips yang efektif dan bermanfaat berikut ini untuk para pengguna iPhone dan Android.

 

  1. Mematikan notifikasi yang mengganggu

Saat ponsel kita memiliki banyak aplikasi, notifikasi menjadi sangat sering muncul dan dapat mengganggu fokus kita saat bekerja. Banyaknya notifikasi yang muncul juga dapat membuat pemakaian baterai ponsel menjadi lebih boros, karena saat Anda menerima notifikasi, ponsel akan berbunyi dan layarnya akan menyala. Tentunya hal ini akan memakan daya baterai smartphone Anda. Karena itu, pertimbangkan untuk mematikan notifkasi dari aplikasi yang tidak terlalu penting atau urgent.

  • Untuk mematikan notifikasi pada iPhone, caranya klik Setting lalu notifikasi hingga nampak semua aplikasi yang terpasang. Klik pada masing-masing aplikasi yang ingin Anda matikan notifikasinya.
  • Untuk mematikan notifikasi pada Android, klik Setting, lalu Apps & Notifications, lalu Notifications, dan ubahlah pengaturan notifikasinya.

 

2. Memanfaatkan fitur Do Not Disturb

Smartphone memiliki fungsi Do Not Disturb atau jangan diganggu tentu saja untuk manfaat tertentu. Anda dapat menggunakan fitur ini saat sedang berkendara atau saat berada pada kondisi yang tidak ingin diganggu. Dengan fitur ini Anda tidak akan dapat menerima notifikasi atau panggilan telepon, kecuali panggilan dari nomor tertentu yang telah disetting sebelumnya.

  • Untuk pengguna iPhone, fitur Do Not Disturb dapat diaktifkan dari Setting, dan nyalakan fitur Do Not Disturb.
  • Untuk Pengguna Android, dapat membuka Setting > Apps & Notifications > Notifications > Advanced, lalu klik Do Not Disturb.

 

3. Membatasi waktu pemakaian smartphone

Apakah Anda ingin membatasi waktu pemakaian smartphone pada anak? Atau dengan mengetahui efek buruk dari sinar biru yang dipancarkan smartphone, apakah Anda ingin mengatur durasi maksimal pemakaian smartphone Anda? Tahukah Anda bahwa smartphone memiliki fitur yang dapat membatasi durasi pemakaian smartphone setiap harinya? 

  • Untuk pengguna iPhone, dapat mengklik Setting > Screen Time untuk mengetahui berapa lama penggunaan smartphone dalam setiap hari atau setiap minggunya, dan Anda juga bisa mengatur batas maksimal waktu pemakaian smartphone dalam satu hari.
  • Untuk pengguna Android, dapat mengklik Setting > Digital Wellbeing untuk mengatur batas maksimal pemakaian smartphone atau untuk menggunakan fitur tracking.

 

4. Menghapus aplikasi yang tidak penting

Aplikasi yang terlalu banyak dan tidak teratur dapat membuat smartphone menjadi lebih lemot. Banyak aplikasi yang tidak kita sadari bekerja dalam background dan memakan daya baterai dan juga kuota internet Anda. Apalagi jika sebenarnya aplikasi ini jarang dipakai, memory, baterai dan internet Anda menjadi terbuang sia-sia.

Karena itu, sempatkan waktu untuk menghapus aplikasi yang tidak terlalu penting atau jarang digunakan. Kemudian atur aplikasi yang ada dalam folder sehingga mudah ditemukan. Misalnya, beberapa aplikasi mobile banking ditempatkan di dalam folder yang sama dan diberi nama yang sesuai.

 

5. Mengatur izin akses lokasi

Banyak aplikasi yang meminta izin akses lokasi saat digunakan. Jangan langsung memberikan izin, biasakan membaca dulu keterangannya, dan pahami mengapa aplikasi ini memerlukan akses lokasi Anda. 

Fitur Baru Android 13 Bakal Eliminasi SIM Card

4 Fitur Anyar di Android 13, Update Dirilis Juni 2022

Sistem operasi versi terbaru dari Android yakni Android 13 dikabarkan akan segera rilis akhir tahun 2022 ini. Kabarnya, Android 13 akan dilengkapi fitur baru yang kemungkinan bakal mengakhiri penggunaan SIM Card fisik.

Peran SIM Card pada ponsel cukup krusial. Kartu pintar ini merupakan komponen tambahan pada ponsel agar dapat melakukan dan menerima panggilan, mengirim dan menerima pesan, serta menghubungkan pengguna dengan layanan internet.

Seiring berjalannya waktu, SIM Card yang harus dimasukkan ke dalam ponsel agar dapat berfungsi terus mengalami perubahan bentuk secara fisik. Mulai dari yang awalnya seukuran kartu ATM, bentuk SIM Card berubah menjadi ukuran mini, mikro, hingga nano pada saat ini.

Beberapa ponsel saat ini telah menggunakan SIM elektronik atau yang biasa disebut eSIM. eSIM tidak berbentuk kartu seperti SIM Card konvensional, melainkan komponen yang tertanam di motherboard ponsel. Tujuan utama dari eSIM adalah memangkas ruang yang dibutuhkan oleh SIM Card sehingga dapat memaksimalkan bentuk ponsel menjadi lebih ringkas.

Tak hanya itu, eSIM juga dapat menyimpan beberapa profil dan mendukung penggantian jaringan. Namun demikian, kemampuanya belum bisa menyamai dual SIM Card yang dapat mengaktifkan dua jaringan seluler dalam waktu bersamaan.

Agar eSIM dapat berfungsi seperti dual SIM Card fisik, ponsel harus memiliki beberapa eSIM. Cara ini dianggap masih boros ruang di motherboard sehingga belum diterapkan sejauh ini. 

Solusi inilah yang digadang-gadang dimiliki Google pada Android 13 yang disebut supercharged eSIM. Artikel Mishaal Rahman dari Esper menyebutkan, Google membuat sesuatu bernama Multiple Enable Profiles (MEP). Sesuai namanya, fitur ini memungkinkan satu eSIM dapat terhubung ke dua atau lebih jaringan sinyal seluler di saat yang bersamaan. MEP ini telah terlihat di Android Open Source Project (AOSP) dan situs Android Developer yang mengindikasikan kemungkinan adopsinya adalah pada Android 13.

Metode MEP merupakan sesuatu yang menarik karena semuanya terjadi dalam skala perangkat lunak. Nantinya bagi konsumen akan terdapat tampilan antarmuka yang bekerja independen sebagai saluran komunikasi antara profil SIM dan modem ponsel. Pada saat yang sama, satu koneksi fisik antara komponen itu tetap dipertahankan.

Google sendiri pernah mematenkan solusi ini pada 2020 lalu. Fitur ini bekerja pada level software dengan cara memisahkan antarmuka fisik antara koneksi digital yang berbeda. 

Selain mempercepat adopsi fitur eSIM yang saat ini masih terbatas, fitur baru dari Android 13 ini tentunya juga akan memudahkan pengguna yang memiliki banyak nomor. Fitur MEP juga berpotensi mengeliminasi kartu SIM fisik sehingga vendor akan beralih ke eSIM sepenuhnya. Adapun adopsi eSIM saat ini masih terbilang lamban dan nanoSIM masih menjadi primadona bagi banyak produsen. Sementara pengguna yang ingin memasang dua nomor berbeda di satu perangkat harus membeli ponsel dengan fitur dua slot kartu SIM, atau ponsel dengan eSIM dan satu slot kartu SIM.

Dengan mengeliminasi slot SIM Card, vendor ponsel akan memiliki lebih banyak ruang yang semula digunakan untuk menyediakan dua slot kartu fisik. Ruang yang kosong ini dapat dimanfaatkan untuk hal lain seperti slot microSD atau sebagai ruang untuk baterai yang lebih besar.

Meski bukti fitur baru sudah ditemukan, Rahman mengatakan saat ini Google belum mengaktifkannya pada perangkat Pixel apapun. Namun ia meyakini fitur ini akan debut di Android 13 dengan kemungkinan akan diadopsi oleh sistem operasi yang lain seperti iOS dan Windows.

 

Inilah Daftar Ponsel yang Tidak Dapat Memakai Whatsapp di Tahun 2021

Siapa yang telah berencana mengganti ponsel lama dengan yang baru di awal tahun baru nanti? Bagi pemilik ponsel berikut ini, mungkin memang sekarang saat yang tepat untuk mengganti ponsel Anda. Pasalnya, mulai tahun 2021 nanti aplikasi Whatsapp tidak dapat dipakai di beberapa ponsel ini.

Whatsapp merupakan salah satu sarana komunikasi utama dengan pengguna terbanyak di Indonesia. Bahkan aplikasi ini telah digunakan 2 milyar pengguna di seluruh dunia. Baik itu untuk chat, panggilan telepon, video call, dan group call, tidak dipungkiri kita menggunakan Whatsapp setiap hari. Whatsapp juga banyak digunakan untuk sarana belajar online. Sayang sekali kalau di tahun baru nanti Anda tidak dapat menggunakan Whatsapp.

Selama satu tahun terakhir ini, Whatsapp banyak mengalami pembaruan. Dari fitur mode gelap, fitur menghilangkan pesan, hingga fitur untuk memudahkan para pebisnis untuk mengenalkan produknya dengan Whatsapp Business. Dan kini Whatsapp mengumumkan bahwa, “Untuk pengalaman terbaik, kami rekomendasikan untuk menggunakan software versi terbaru dari Android, iOS, dan software lain yang kompatibel”.

Jadi, mulai tahun 2021, WhatsApp tidak akan bisa digunakan pada beberapa ponsel dengan software versi lama. Pada halaman resmi WhatsApp dijelaskan bahwa beberapa ponsel Android dan iOS tidak akan dapat membuka WhatsApp, karena aplikasi chat yang dimiliki Facebook ini akan menarik dukungan untuk software versi lama mulai tahun 2021.

Informasi pada halaman resmi WhatsApp menyebutkan bahwa aplikasi ini hanya akan kompatibel dengan ponsel yang memiliki sistem operasi Android 4.0.3 atau yang lebih baru, dan ponsel iPhone dengan sistem operasi iOS 9 ke atas.

Yang artinya, beberapa jenis ponsel Android seperti LG Optimus Black, HTC Desire, Motorola Droid Razr, dan Samsung Galaxy S2 tidak akan dapat menggunakan WhatsApp mulai tahun depan.

Untuk iPhone, ponsel iPhone 4 dan yang lebih lama dari itu tidak akan dapat memakai WhatsApp segera. Sementara iPhone model 4S, iPhone 5, iPhone 5S, iPhone 5C, iPhone 6, dan iPhone 6S harus melakukan pembaruan sistem operasi ke iOS 9 agar dapat menggunakan WhatsApp tahun depan. Dan iPhone 6S, 6S Plus, dan generasi pertama iPhone SE adalah seri terlama yang dapat melakukan pembaruan ke iOS 14.

WhatsApp juga mengumumkan bahwa tidak akan ada opsi untuk memindahkan riwayat percakapan atau chat history antar platform. Jadi, jika Anda akan mengganti ponsel lama Anda, Anda dapat memindahkan chat history dengan mengirimkannya melalui email terlebih dahulu.

Android 12: Bocoran Tanggal Rilis dan Fitur Barunya

Saat belum semua orang memiliki pembaruan Android 11 pada ponselnya, Google kini mengumumkan bahwa tech giant ini tengah melakukan pengembangan untuk Android 12. Meskipun Google belum mengabarkan fitur apa yang akan dibawa Android 12 dan tanggal rilisnya pun masih belum pasti, namun para pengamat IT telah memprediksikan bocoran tanggal rilis Android 12 dan juga fitur-fitur dari Android 11 yang sepertinya akan diperbarui pada Android 12.

Kita mungkin akan melihat tampilan resmi Android 12 tidak lama lagi, karena Google biasanya sering merilis preview pada awal tahun. Misalnya Android 11 yang dirilis previewnya pada Februari 2020. Jadi, diprediksikan preview Android 12 akan rilis di bulan-bulan pertama tahun 2021.

Kemudian diprediksikan pada bulan Mei Google akan merilis versi beta dari Android 12. Versi beta ini adalah versi pertama yang akan dirilis kepada para pengguna Android dan telah memiliki beberapa fitur baru.

Lalu versi final dari Android 12 diprediksikan akan rilis pada September tahun depan. Mungkin awalnya akan dirilis pada sedikit tipe ponsel saja, misalnya Google Pixel 5, Google Pixel 4a, dan kemungkinan Google Pixel 6 jika ponsel ini sudah rilis.

Lalu bagaimana dengan ponsel Android merk lainnya? Untuk ponsel Android merk lain, apakah nantinya akan memberikan update Android 12 atau tidak, produsen merk yang bersangkutanlah yang akan menentukan. Untuk ponsel Android merk lain kemungkinan akan memakai Android 12 ini beberapa bulan setelah peluncuran resminya. Bahkan mungkin ada yang baru akan meluncurkan Android 12 ini pada tahun 2022.

Belum ada detail yang pasti mengenai fitur yang akan dibawa Android 12. Namun Google menyatakan dalam blognya bahwa Android 12 akan “mempermudah pengguna Android untuk menggunakan app store lain, dengan tetap memperhatikan keamanan Android”.

Tetapi, Google belum merincikan lebih lanjut bagaimana Android 12 akan bekerja dengan fitur ini. Android versi sebelumnya sebenarnya juga sudah mengizinkan akses app store lain. Mungkin di Android 12 app store lain akan lebih mudah dilihat atau diperhatikan.

Pada Android 12 juga dikabarkan akan semakin mudah melakukan pembaruan atau update dari Google. Developer Android 12 menyatakan bahwa rencananya akan dibuat modul Mainline pada Android Runtime (ART) di Android 12, sehingga update sistem operasi dari perusahaan lain dapat dilakukan melalui Google Play Store.